Sebagai produsen smartphone nomor satu di dunia, Samsung memang memiliki teknologi yang mumpuni untuk memproduksi smartphone miliknya. Salah satunya adalah mendorong teknologi FinFET 10nm miliknya untuk menelurkan smartphone flagship selanjutnya, yakni Samsung Galaxy S8. Namun sepertinya langkah Samsung dalam menghadirkan Galaxy S8 tidak akan mulus, seperti yang dilaporkan media dari negara asalnya.

samsung-10nm

Menurut The Korea Herald , Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST) yang berbasis di AS menggugat Samsung atas pelanggaran paten FinFET. Laporan tersebut mengklaim bahwa KAIST yang mengembangkan FinFET, tapi dicuri oleh Samsung ketika raksasa Korea mengundang pengembang FinFET Lee Jong-ho, seorang profesor Universitas Nasional Seoul yang lembaganya bermitra dengan KAIST, untuk melakukan presentasi tentang teknologi bagi para insinyur Samsung.

Selain Samsung, perusahaan prosesor terkemuka Intel juga menggunakan teknologi FinFET, tetapi mereka telah memperoleh izin dari KAIST untuk melakukannya, sementara Samsung belum. Seperti yang diketahui, Samsung dan Qualcomm sama-sama mengembangkan chipset dengan proses 10nm FinFET, jadi dalam kasus ini Samsung tidak sendiri.

Perusahaan yang berbasis di California, AS Global Foundries dan produsen chipset Qualcomm juga menghadapi gugatan yang sama, karena Global Foundries telah mendapatkan perjanjian lisensi dengan Samsung. KAIST juga akan melayangkan gugatan serupa kepada perusahan-perusahaan yang dianggap melanggar paten, dengan mengumpulkan bukti-bukti terlebih dahulu dan melanjutkannya ke meja hijau.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here