Donald Trump (Kredit: Odyssey)

Jika Anda mengikuti jajak pendapat secara konsisten, hasil menunjukkan bahwa Hillary Clinton berhasil memimpin atas Donald Trump dalam beberapa pekan terakhir, tetapi sistem kecerdasan buatan memiliki prediksi yang berbeda untuk hasil pemilihan presiden AS. Tentu ini sangat menarik karena bertentangan dengan jajak pendapat.

Donald Trump (Kredit: Odyssey)
Donald Trump (Kredit: Odyssey)

Sebuah sistem kecerdasan buatan bernama MogIA, menggunakan 20 juta poin data dari platform online seperti Google, YouTube, dan Twitter untuk datang dengan prediksi. MogIA benar memprediksi tiga pemilihan presiden terakhir serta pemilihan antara partai Demokrat dan Republik.

Seperti yang dikutip dari CNBC (via Business Insider), “Sementara sebagian besar algoritma ditekan bias programmer / pengembang, MoglA bertujuan belajar dari lingkungannya, mengembangkan aturan sendiri pada lapisan kebijakan dan mengembangkan sistem pakar tanpa membuang data apapun,” kata Sanjiv Rai, pendiri start-up asal India Genic.ai yang mengembangkan MogIA ini.

MogIA sendiri menggunakan data seperti keterlibatan antara tweet dan video yang diposting ke platform dimana sistem akan melihatnya. Setelah semua data terkumpul, ditemukan bahwa Trump telah menyusul angka persaingan Presiden Barack Obama selama pemilu 2008 dengan margin 25%.

Namun yang harus menjadi catatan adalah partisipasi pada jaringan media sosial tahun 2008 tidak sekuat seperti saat ini. Selain itu, sistem kecerdasan buatan MogIA ini tidak bisa selalu menganalisis apakah posting tentang Trump itu positif atau negatif, sehingga sulit untuk mengukur dukungan yang sebenarnya. Namun, sistem ini telah memiliki jawaban yang tepat di masa lalu.

“Jika Trump kalah, itu akan menentang tren data untuk pertama kalinya dalam 12 tahun terakhir sejak keterlibatan Internet mulai digalakkan secara penuh,” tulis Rai.

Namun ini bukan satu-satunya prediksi yang masih memiliki kemungkinan untuk salah. Seorang profesor secara akurat telah memprediksi hasil setiap pemilihan presiden sejak tahun 1984, dimana ia mengatakan bulan lalu bahwa Trump kemungkinan besar bakal menang, didasarkan pada model yang dikembangkan dengan menggunakan serangkaian pernyataan benar / salah untuk menentukan siapa yang pantas diposisikan untuk berkuasa di Gedung Putih.

Prediksi MogIA itu dibuat sebelum FBI mengumumkan jika mereka meninjau email baru “terkait” untuk menyelidiki ke dalam kasus penggunaan server email pribadi oleh Clinton sebagai sekretaris negara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here