kredit: Reuters

Fitur autopilot digadang-gadang menjadi kelebihan yang membuat mobil listrik Tesla lebih menarik dibandingkan kompetitornya. Namun, bagaimana jadinya kalau fitur tersebut mengalami kegagalan? Hal inilah yang baru-baru ini terjadi di Florida, Amerika Serikat. Seorang pria bernama Joshua Brown (40 tahun) pun meninggal dunia dalam kecelakaan akibat kegagalan fitur autopilot di mobil Tesla yang dikendarainya.

kredit: Reuters
kredit: Reuters

Menurut laporan dari Florida Highway Patrol, mobil Tesla Model S yang dikendarai oleh Joshua menabrak sebuah truk berwarna putih di sebuah jalanan di Florida. Mereka pun mengatakan kalau bagian windscreen mobil tersebut menabrak bagian bawah truk dan terus melaju di bawahnya. Mobil itu akhirnya menabrak pagar pembatas, dan terakhir berhenti 30 meter di bagian selatan jalan raya setelah menabrak sebuah tiang.

National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) Amerika Serikat pun kini tengah melakukan penelitian terhadap kasus ini. Mereka melakukan pengecekan terhadap sebanyak 25 ribu mobil Tesla Model S lain yang memiliki fitur autopilot serupa. Apalagi, menurut hasil investigasi sebelumnya, tabrakan itu terjadi saat fitur autopilot dalam kondisi menyala.

Pihak Tesla pun telah memberikan keterangannya terkait kasus kecelakaan ini. Mereka mengakui kalau sistem autopilot pada mobil tersebut tidak mendeteksi keberadaan truk di depannya. Terutama, karena dihadapkan pada warna putih. Hingga akhirnya, sistem pun tidak menekan pedal rem. Mereka mengatakan, sejatinya fitur autopilot ini masih tetap membutuhkan kontrol dari sopir, tidak bisa berjalan secara mandiri.

Elan Musk sebagai CEO Tesla pun telah mengungkapkan bela sungkawanya terkait kasus ini. Apalagi, Joshua menjadi korban jiwa pertama yang muncul akibat penggunaan fitur autopilot dalam sebuah mobil pintar.

(BHK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here