(Kredit: thenextweb)

Baru-baru ini dunia maya dihebohkan dengan serangan DDoS (Distributed Denial of Service) yang menyerang server Dyn DNS. Serangan besar-besaran pada Jumat (21/10/2016) jam 07.10 UTC atau sekitar jam 08.00 WIB itu menyebabkan sejumlah layanan online besar menjadi lambat atau bahkan beberapa tidak bisa diakses.

(Kredit: thenextweb)
(Kredit: thenextweb)

Serangan DDoS terhadap server Dyn sendiri terbilang sangat fatal karena server Dyn DNS digunakan oleh banyak nama-nama besar seperti GitHub, Twitter, Spotify, dan nama besar lainnya. Dyn sendiri merupakan jasa penyedia layanan Domain Name Service (DNS) yang bertugas mengubah alamat IP sebuah situs menjadi bahasa yang dapat dibaca oleh manusia seperti situs Btekno (Beritateknologi.com).

Serangan DDoS sendiri merupakan serangan paket data dalam jumlah masif atau sangat besar ke sejumlah server. Karena besarnya paket data yang menyerang ke server membuat server semakin melambat, bahkan jika terlalu besar mengakibatkan server tumbang. Tentu masalah ini juga merambat ke Indonesia juga, selaku negara dengan pengguna Twitter yang sangat besar.

Menurut laporan ArsTechnica, serangann DDoS terhadap Dyn DNS sendiri terjadi dua kali, di mana serangan berikutnya terjadi pada Jumat malam waktu Indonesia. Namun pihak Dyn DNS sendiri telah menangani masalah ini dan saat ini serangan tersebut sudah dapat teratasi.

 

Pengguna yang paling merasakan dampak serangan DDoS ini adalah pengguna internet yang berada di kawasan Amerika Serikat bagian timur dan sebagian wilayah Eropa. Pengguna di wilayah tersebut kesulitan mengakses beberapa layanan utama seperti Twitter, Spotify, PayPal, Reddit, Yammer, GitHub, AirBnb, serta sejumlah situs berita seperti New York Times, Mashable, dan The Guardian. Untungnya saat ini situs-situs tersebut sudah normal kembali.

Hingga saat ini belum diketahui siapa hacker atau pihak yang menyebabkan kekacauan ini, dan belum diketahui motif dari serangan masif ini. Serangan DDoS sendiri banyak yang memanfaatkan perangkat-perangkat IoT (Internet of Things) yang terinfeksi program jahat, seperti IP kamera, router, printer, dan perangkat pintar lainnya yang terhubung dengan internet.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here