smartphone cina

Terkadang kita terbiasa untuk menyebut sebuah merek smartphone yang bukan brand besar macam Samsung, Apple, atau Sony, sebagai smartphone “dunia ketiga”. Ironisnya, biasanya kecenderungan masyarakat Indonesia, akan menyebut ponsel tersebut sebagai “hape cina” tanpa mencari dahulu asal merek-merek tersebut.

Tapi tahukah kamu? Padahal tak semua smartphone dunia ketiga tersebut berasal dari Tiongkok, loh. Bahkan yang selama ini kita kira dari China sekalipun!

Dengan tidak mengecilkan vendor-vendor asal Tiongkok (apalagi Huawei sekarang ini sudah menjadi raja ponsel nomor 3 setelah Samsung & Apple), inilah beberapa smartphone yang sering kita salah paham sebagai “hape cina”.

Asus, Acer, dan HTC

Bila belum mengerti sejarah ketiga vendor smartphone ini, biasanya orang-orang akan tetap menganggapnya sebagai smartphone asal Tiongkok atau China. Padahal, ketiganya dibangun dan dibesarkan di Taiwan. Memang secara teknis Asus, Acer dan HTC masih menjadi bagian dari “satu China”. Tetapi secara geografis, sebenarnya ketiga smartphone ini merupakan smartphone di luar negara Tiongkok.

Lava

Brand baru terkadang memang direndahkan oleh sebagian orang. Bahkan mendengar nama Lava saja, masih banyak yang beranggapan bahwa smartphone ini juga merupakan pendatang asal Tiongkok seperti Xiaomi dan Oppo.

Padahal, Lava International merupakan salah satu divisi produsen smartphone dari perusahaan telekomunikasi asal India. Dilahirkan di tahun 2009, kini Lava mulai diperhitungkan oleh publik tanah air. Termasuk Lava R1 yang baru saja diluncurkan.

lava-r1-smartphone-murah

Wiko

Smartphone yang sempat memasuki Indonesia untuk mensukseskan jajaran smartphone murah Android One ini sebenarnya merupakan perusahaan asal Perancis. Walaupun saham terbesarnya juga dimiliki oleh pengusaha asal China.

Hingga kini, Wiko masih menjadi smartphone terlaris ke dua di Perancis (setelah Samsung). Belum diketahui lagi apakah Wiko akan merilis produk baru lagi di Indonesia setelah adanya aturan TKDN.

Blaupunkt

Mengeluarkan Soundphone S2 dengan fitur unik yaitu dengan spesialisasi suara dan bonus headphone premium, Blaupunkt sedikit banyak mulai dikenal di tanah air. Sayangnya, banyak yang belum tahu, sebenarnya Blaupunkt pada awalnya merupakan produsen audio-car yang dikenal di kalangan car-modification.

blaupunkt-s2-gratis-headphone

 

Himax

Mendengarnya pertama kali, beberapa orang sudah pasti menduga bahwa ini smartphone China. Padahal, pabrikan yang didirikan pada tahun 2012 ini adalah perusahaan lokal Tanah Air yang sukses memproduksi smartphone spesifikasi tinggi, tapi tetap terjangkau.

Vendor yang meluncurkan HiMax Polymer dan juga HiMax Pure S ini sebenarnya mempunyai pemilik asli tim asal Jepang yang ingin berinvestasi di Indonesia dan ingin mendobrak kejayaan Xiaomi dan Asus.

Advan

Nah, untuk Advan, biasanya sudah banyak yang mengetahui kalau Advan merupakan smartphone lokal berkualitas. Apalagi setelah mengeluarkan Advan G1 yang sampai diantre banyak orang di berbagai kota, vendor yang didirikan tahun 2007 ini mulai menjadi penggebrak dominasi vendor besar asal Jepang, ataupun Korea.

advan-g1-dimensi

Mito

Mito merupakan smartphone asal Indonesia asli yang berhasil menempati urutan Top 3 untuk vendor ponsel terbesar di Indonesia. Pabrikan yang didirikan sejak tahun 2006 ini dikenal membawa produk dengan harga terjangkau ini populer dengan produk Mito Fantasy Note A30 yang dibanderol dengan harga di kisaran 1,5 juta rupiah.

Evercoss

Yang terakhir, smartphone lokal yang fokus mengeluarkan produk-produk terjangkau ini tidak bisa diragukan kredibilitasnya. Produk terakhir seperti tablet dan smartphone bertajuk Evercoss Y Smart biasanya begitu laris di pasaran ketika hari-hari besar seperti lebaran atau hari libur untuk hadiah-hadiah ke anggota keluarga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here