(kredit: mikeshouts)

Baru-baru ini telah muncul laporan tentang sensor sidik jari di bawah layar dari Korea Selatan, yang mengungkapkan siapa saja yang akan mendominasi pasar tahun 2019 mendatang. Qualcomm dan Goodix milik MediaTek adalah dua pemain utama yang akan bekerjasama dengan produsen smartphone terbesar di tahun 2019.

(kredit: mikeshouts)

Menurut orang dalam industri, Qualcomm telah memenangkan pesanan untuk sensor ultrasonik FP dari Samsung untuk model Galaxy midrange dan high-end, dengan pengiriman yang dijadwalkan untuk akhir 2018 dan awal 2019.

Seperti yang kita ketahui, pemindai sidik jari di bawah layar adalah tren terpanas saat ini dengan semakin banyaknya smartphone yang menerapkan teknologi ini. Perusahaan pertama yang menerapkan teknologi ini adalah Vivo yang berkerjasama dengan Synaptics dalam Vivo X20 Plus UD, yang diluncurkan bulan Januari lalu. Beberapa perangkat seperti Huawei Mate 20 Pro, Xiaomi Mi 8 Pro, dan Oppo RX17 Pro juga telah mengusung fitur tersebut.

Qualcomm akan menggabungkan pusat pemberdayaan AI mobile di Taiwan, sumber daya dari lab sensor sidik jari ultrasonik di California, dan kerjasama dengan pembuat panel TFT Taiwan untuk menurunkan biaya produksi pemindai sidik jari di bawah layar, mengingat smartphone yang akan mengusungnya berada di segmen menengah.

Sementara Qualcomm berkonsentrasi pada kemitraannya dengan Samsung, Goodix akan bekerja dengan perusahaan-perusahaan smartphone asal Tiongkok seperti Lenovo, Huawei, Xiaomi dan Vivo untuk menghadirkan smartphone dengan teknologi fingerprint UD. Perusahaan sudah mendapatkan pesanan untuk pemindai optik dan akan mulai mengirimkannya pada semester pertama tahun 2019.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here