(Kredit: Google)

Belakangan ini kita telah mengetahui banyak perusahaan teknologi dunia yang mendaftarkan paten untuk kacamata pintar atau lensa kontak elektronik dengan kemampuan canggih. Sejalan dengan pengajuan paten tersebut, banyak studi yang telah dilakukan oleh para ahli. Dan sepertinya kita akan segera memasuki era di mana melihat dengan menggunakan lensa kontak berteknologi tinggi.

(Kredit: Google)
(Kredit: Google)

Seperti yang dilaporkan Mashable, Selasa (3/5/2016), kali ini giliran Sony yang telah mengajukan paten untuk lensa kontak pintar,  menyusul Samsung dan Google yang sebelumnya telah mengajukan paten mereka untuk lensa kontak pintar sebelum teknologi tersebut tersedia.

Paten dari Sony sendiri diketahui berkat informasi dari Sony Alpha Rumor, yang menjelaskan tentang lensa terhubung yang dapat menangkap foto ketika pemakainya mengedipkan mata, menyimpan foto itu dan kemudian mengirimkannya ke perangkat nirkabel seperti smartphone, tablet atau komputer.

Untuk menangkap foto, paten menggambarkan menggunakan perangkat seperti smartphone untuk memberitahu lensa agar dapat menangkap gambar. Tapi sulit untuk membayangkan metode yang lebih mudah untuk menangkap foto dengan berkedip, ini diaktifkan oleh sensor cahaya pada lensa yang mendeteksi gerakan kelopak mata.

Paten Sony lensa kontak

Paten juga mencatat bahwa lensa memiliki kemampuan untuk zoom, fokus dan mengubah aperture, sehingga hasil gambar benar-benar bisa menjadi lebih baik. Tidak hanya itu, lensa kontak juga digambarkan memiliki display, memungkinkan Anda untuk melihat foto yang telah diambil. Memiliki display pada lensa kontak sendiri adalah suatu pekerjaan yang sedang dikembangkan oleh para ilmuwan.

Sony menjelaskan kemampuan untuk berinteraksi dengan lensa melalui smartphone, mengubah mode on dan off atau mungkin akan melalui layar. Jika Anda tidak ingin main-main dengan smartphone dan lebih suka untuk tidak mengambil foto setiap kali Anda berkedip, Sony menjelaskan on / off tepat di lensa kontak tersebut.

Lensa kontak tersebut memang terdengar keren, namun semua itu harus dikemas dalam benda seukuran lensa kontak konvensional. Pertanyaan yang muncul untuk ide ini adalah, bagaimana menemukan cara teknis untuk membuat benda tersebut menjadi nyata.

Jadi, kita harus menunggu untuk prototipe kerja yang mungkin saja tidak akan pernah datang. Kecanggihan lensa kontak pintar ini membutuhkan teknologi yang tidak akan cocok dan tidak nyaman pada lensa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here