Setelah lama ditunggu-tunggu, akhirnya HMD global mengumumkan smartphone flagship terbaru miliknya yang bernama Nokia 9 PureView. Smartphone ini sudah lama menjadi bahan perbincangan dan akhirnya meluncur di panggung MWC 2019 yang berlangsung di kota Barcelona, Spanyol. Tentunya smartphone ini memiliki sesuatu yang unik, hingga menjadi bahan perbincangan yang menarik. Ya, fotografi adalah nilai jual utama smartphone ini, namun sebelum membahas bagian tersebut kita lihat spesifikasi apa saja yang diusung Nokia 9 PureView.

Tidak mengikuti trend saat ini, Nokia 9 PureView tidak mengusung poni atau notch. Di bagian depan terdapat layar seluas 6,99 inci berjenis OLED dengan resolusi QHD+ 2880×1440 piksel. Layar smartphone ini juga sudah dilindungi Gorilla Glass 5 yang dapat menahan goresan atau benturan. Selain itu, smartphone ini juga memiliki sensor fingerprint di bawah panel layar dan terdapat juga fitur Face Unlock yang didukung oleh AI.

Bodi belakang smartphone ini terbuat dari kaca yang membuatnya terlihat mewah dan untuk frame menggunakan bahan logam yang membuatnya terasa kokoh. Nokia 9 PureView telah memiliki sertifikasi IP67 yang berarti smartphone ini memiliki ketahanan air dan debu.

Hal yang paling disayangkan adalah, HMD lebih memilih menggunakan chipset Snapdragon 845 sebagai dapur pacunya ketimbang Snapdragon 855 yang sudah digunakan oleh beberapa smartphone flagship terbaru. Penggunaan chipset yang lebih lawas ini diduga karena Nokia telah lama bekerja keras untuk mengoptimalkan algoritme kamera, yang menggunakan semua esensi chip – CPU, GPU, ISP, dan DSP. Jadi, sulit bagi perusahaan untuk menyesuaikan dengan chipset baru. Selain itu, penggunaan chipset SD845 membuat harga jual smartphone ini tidak terlalu mahal.

Sejauh ini, Nokia 9 PureView diketahui hanya akan tersedia dalam satu warna, yakni Midnight Blue dan hanya tersedia dalam konfigurasi memori 6GB RAM dan 128GB penyimpannan internal yang dapat diperluas menggunakan microSD.

Sekarang mari bahas soal kamera Nokia 9 PureView. Pertama, smartphone ini memiliki lima lensa kamera 12MP di bagian belakang, yang semuanya adalah lensa Zeiss f/1.8. Dua di antara lensa tersebut berjenis RGB dan liga lainnya adalah lensa monokrom. Ada juga kamera keenam, yang merupakan kamera ToF untuk tambahan informasi kedalaman bidang. Di sekitar kamera belakang juga terdapat dual-LED flash yang memiliki dua tone.

Kelima lensa kamera memiliki panjang fokus tetap yang sama yaitu 28mm. PureView tidak pernah dimaksudkan sebagai kamera smartphone paling serbaguna di dunia, tetapi kamera ini untuk memberikan kualitas gambar yang cemerlang setara dengan kamera full-blown yang mahal.

Untuk membuat hasil jepretan menjadi cemerlang, Ponsel ini menggabungkan gambar-gambar dari kelima kamera 12MP, kadang-kadang bahkan beberapa frame dari masing-masing, untuk menjadi satu gambar dengan rentang dinamis yang spektakuler, hingga 12,4 stop perbedaan cahaya yang sama dengan kamera sensor besar. Secara keseluruhan, Nokia Pureview menjanjikan deteksi kedalaman scene yang tak tertandingi dan rentang dinamis yang spektakuler.

Bagi mereka yang membutuhkan foto mentah dengan format RAW juga akan menyukai smartphone ini karena Nokia 9 juga dioptimalkan bagi mereka yang suka menyelaraskan foto RAW mereka dalam pemrosesan lanjutan, seperti menambah bayangan atau mengurangi sorotan cahaya. Pengembang bekerja dengan Adobe untuk sepenuhnya mendukung pengeditan data RAW dari hasil jepretan smartphone ini. Pengeditan dapat dilakukan dalam Adobe Lightromm versi mobile.

Hal menarik lainnya dari smartphone ini adalah masuknya Nokia 9 PureView dalam kategori Android One, sehingga aplikasi yang tersedia terasa bersih. Bahkan Nokia tidak akan memuat aplikasinya pada smartphone ini, dan ini akan memberikan pilihan kepada pengguna untuk menginstalnya selama pengaturan awal. Dengan versi bawaan Android 9 Pie, Nokia 9 harus mendapatkan pembaruan OS hingga dua tahun ke depan.

Nokia juga telah bermitra dengan Google sehingga aplikasi Google Foto dapat secara native memahami cara mendukung foto yang diambil dengan lima kamera Nokia 9. Google Foto akan dapat menyesuaikan titik fokus setelah mengambil foto, menyesuaikan jumlah bokeh, dan akan dapat menampilkan file RAW ukuran penuh yang merupakan DNG.

Berkat banyaknya sensor kamera dan kamera ToF, Nokia mengatakan bahwa pengaturan ini dapat menghasilkan peta kedalaman untuk memfokus kembali yang lebih meyakinkan hingga 1.200 lapisan data kedalaman (kebanyakan smartphone hanya 10) hingga 40 m jauhnya dari kamera. Ini berarti efek bokeh yang dapat dihasilkan lebih realistis. Info kedalaman disimpan dalam foto dan aplikasi Google Foto akan memungkinkan Anda untuk mengubah tingkat blur setelah pemotretan.

Dengan adanya dukungan kontrol manual secara penuh, tentunya ini membuat fotografer profesional dapat menggunakan kamera smartphone ini seperti yang mereka butuhkan. Sayangnya, untuk perekaman video tidak begitu menarik, di mana smartphone ini hanya mendukung perekaman video 4K HDR pada 30fps. Untuk kamera depannya beresolusi 20MP f/1.8 dan kamera ini mendukung penambatan piksel Tetracell sehingga dalam situasi cahaya rendah dapat menggabungkan empat piksel yang berdekatan menjadi satu untuk menghasilkan gambar 5MP dengan minim noise.

Di dalam smartphone ini sudah terdapat baterai sebesar 3.320 mAh yang mendukung pengisian cepat QC 3.0 dan USB PD. Selain itu, smartphone ini juga memiliki dukungan wireless charging 10W namun tidak memiliki jack audio 3.5mm. Bicara soal harga, ternyata Nokia 9 PureView dibanderol dengan harga $699 (Rp9,7 jutaan) yang lebih murah ketimbang flagship lainnya. Sayangnya, Nokia 9 PureView ini akan diproduksi secara terbatas, yang berarti bila unit smartphone tersebut habis maka perusahaan tidak akan memproduksinya lagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here