Negara Islam Irak dan Syam atau yang kerap disebut dengan nama ISIS memang menjadi biang teror di berbagai tempat. Bahkan aksi teror di Jakarta pun kabarnya merupakan ulah dari ISIS. Namun siapa sangka seorang istri dari korban pembunuhan yang dilakukan oleh ISIS ternyata malah menyalahkan Twitter, bahkan dia pun telah melakukan gugatan hukum kepada salah satu jejaring sosial terbesar dunia itu.

kantor twitter

Suami dari wanita tersebut merupakan seorang karyawan kontraktor bernama Lloyd Carld Fields Jr yang menjadi korban pembunuhan ISIS pada tanggal 9 November 2015. Lloyd pun tewas dalam sebuah aksi penyerangan anggota ISIS di pusat pelatihan kepolisian di Jordania. ISIS memang menjadi pihak yang menewaskan suaminya, namun kenapa Twitter jadi target gugatan hukum?

Alasan utama kenapa wanita tersebut menuntut Twitter, seperti dikutip dari Engadget, adalah terkait betapa bebasnya aktivitas ISIS di jejaring sosial tersebut. Terlebih jejaring sosial Twitter kerap dijadikan sebagai media untuk memperlihatkan aksi kekerasan yang dilakukan oleh ISIS. Dan langkah Twitter yang memperbolehkan ISIS dalam menyebarkan propagandanya pun dianggap sebagai salah satu bentuk dukungan kepada mereka.

Dalam dokumen yang diajukan wanita tersebut ke pengadilan, terdapat sekitar 70 ribu akun terkait ISIS yang berseliweran di Twitter. Di sisi lain, pihak Twitter pun memberikan keterangannya terkait tuduhan dan tuntutan hukum ini. Perwakilan Twitter mengatakan kalau mereka memang tidak secara aktif menghapus keberadaan ISIS. Namun mereka mengatakan kalau Twitter mempunyai kebijakan untuk menghapus akun yang mempromosikan ancaman kekerasan dan terorisme.

Lebih lanjut, Twitter pun mengatakan kalau tuntutan hukum yang diajukan oleh janda tersebut sangatlah tidak berdasar. Pihak perusahaan mengatakan kalau dalam aktivitasnya, jejaring sosial seperti Twitter mempunyai dasar hukum yang jelas. Dan jejaring sosial juga tidak mempunyai tanggung jawab terhadap aktivitas para penggunanya.

(BHK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here