(Kredit: ESA/ATG)

Tanah longsor merupakan salah satu bencana alam yang mematikan dan mengakibatkan kerusakan yang sangat parah. Wilayah Indonesia sendiri termasuk daerah rawan bencana tanah longsor, dan bencana alam ini sulit sekali diprediksi kedatangannya. Namun para peneliti di sejumlah universitas ingin menggunakan satelit untuk memprediksi datangnya tanah longsor.

(Kredit: ESA/ATG)
(Kredit: ESA/ATG

Tim tersebut terdiri dari para peneliti dari Universitas Newcastle, Universitas Teknologi Chengdu, Universitas Tongji, Akademi Teknologi Luar Angkasa China, dan Universitas Wuhan. Gagasan yang mereka pertimbangkan adalah untuk menggunakan satelit untuk memprediksi kapan tanah longsor akan terjadi. Ini berkat tim yang melacak longsor yang terjadi di Desa Xinmo, Maoxian di Provinsi Sichuan, Tiongkok.

Seperti yang dilaporkan Ubergizmo, cara kerja pelacakan tanah longsor ini menggunakan gambar yang diambil oleh satelit Sentinel-1 milik ESA. Tim tersebut dapat melihat gambar sebelum dan sesudah di wilayah tersebut dan memetakan tanah longsor, mengidentifikasi sumbernya, dan juga tingkat kerusakannya yang diakibatkan tanah longsor.

“Sebenarnya, saat kami memantau tanah longsor Maoxian, kami berhasil mengidentifikasi lebih dari 10 tanah longsor aktif lainnya di wilayah yang sama dan meneruskan informasi ini ke instansi terkait,”¬†kata Profesor Zehnghong Li dari Universitas Newcastle.

Metode ini tampaknya sangat efektif karena tim berhasil mengidentifikasi lahan yang telah bergerak selama sekitar 6 bulan sebelum akhirnya kejadian tanah longsor berlangsung pada pekan lalu. Metode ini juga dapat digunakan sebagai sistem peringatan dini yang dapat meminimalisir dampak tanah longsor serta menyelamatkan banyak jiwa dari bencana alam tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here