You are currently viewing Terkait Masalah Hak Paten, Salah Satu Stan di CES 2016 Dibubarkan FBI

Terkait Masalah Hak Paten, Salah Satu Stan di CES 2016 Dibubarkan FBI

Ajang CES 2016 memang selalu menarik perhatian para konsumen, karena menawarkan produk baru yang bakal dirilis dalam waktu dekat. Tidak hanya diikuti oleh perusahaan dari Amerika Serikat saja, namun juga diikuti oleh berbagai perusahaan di dunia, demi memamerkan produk unggulan masing-masing. Namun pada ajang yang berlangsung dari tanggal 6 hingga 9 Januari esok, ada yang menarik saat berlangsung hari Kamis lalu.

fbi

Dikutip dari Engadget, Jumat (8/1/2016), salah satu stan digerebek oleh beberapa anggota FBI yang mengenakan seragam dengan lencana lengkap. Yang digerebek oleh FBI adalah stan hoverboard dari perusahaan asal Tiongkok, Changzhou First International Trade. Bukan tanpa alasan, perusahaan tersebut dinyatakan telah menjiplak desain dari hoverboard beroda satu milik perusahaan startup asal Silicon Valley, First Motion.

First Motion sendiri sebenarnya telah memperkenalkan hoverboard serupa, dengan nama Onewheel pada ajang CES 2014 silam. Bahkan menurut laporan dari Bloomberg, perusahaan ini telah mendapatkan total pendanaan melalui situs Kickstarter sebesar 630.000 USD atau sekitar 8,7 miliar Rupiah.

 

Pada bulan Agustus 2015 lalu, First Motion telah mengamankan paten dari hoverboard beroda satu ini. Lalu seminggu sebelum pagelaran CES 2016 dimulai, perusahaan ini telah mendapatkan paten kedua atas desain Onewheel.

Hoverboard roda satu milik
Hoverboard roda satu milik Changzhou First International Trade (atas) dan Onewhell milik First Motion (bawah)

Sebenarnya pengacara dari First Motion, Shawn Kolitch, telah melayangkan surat kepada Changzhou First International Trade untuk menghentikan segala aktifitas penjualan hoverboard yang mirip dengan milik mereka. Sayangnya surat dari Kolitch tidak digubris oleh perusahaan asal Tiongkok tersebut. Tidak sampai disitu saja, tepat satu hari sebelum acara CES 2016 dibuka, Kolitch telah menghampiri stan perusahaan negeri Panda tersebut. Hasilnya tetap sama, mereka mengacuhkan Kolitch dan tetap membuka stan mereka.

Akhirnya dengan terpaksa First Motion mengajukan gugatan kepada penegak hukum setempat pada hari Rabu lalu, untuk menghentikan Changzhou First International Trade memperkenalkan produk hoverboard yang mirip dengan milik First Motion. Setelah insiden penangkapan tersebut, stan tersebut kini kosong tanpa ada yang mengisinya lagi.

Sebagai tambahan, First Motion mematok harga yang cukup tinggi untuk meminang Onewheel, yaitu sebesar 1500 USD atau sekitar 21 juta Rupiah. Sedangkan hoverboard serupa dari Changzhou First International Trade diberi label harga 500 USD atau berkisar 7 juta Rupiah, selisih jauh ya?

(ND/Engadget)

Nandana Dwitiya

Seorang penulis yang selalu tertarik dan kagum dengan perkembangan teknologi (terutama perkembangan hardware komputer). Pengguna perangkat iPhone 5s yang masih setia di iOS 9.0.2 karena bisa di Jailbreak (hahaha). Penggemar game dengan genre RPG dan FPS, saat ini lebih tertarik bermain game pada perangkat komputer dan smartphone. Hobi bersepeda santai dan bermain airsoft gun dengan unit M4

Leave a Reply