kredit: Flickr/Nicolas Raymond

Bagi para perusahaan software, musuh utama yang harus mereka hadapi setiap harinya adalah pembajakan software. Terlebih untuk sebuah software yang sangat populer seperti Windows ataupun Office milik Microsoft. Terkait aktivitas pembajakan software ini, para peneliti dari MPRA Jerman menemukan sesuatu yang sangat menarik.

kredit: Flickr/Nicolas Raymond
kredit: Flickr/Nicolas Raymond

Dalam hasil penemuan yang mereka lakukan, tingkat kecerdasan sesesorang atau IQ ternyata mempunyai dampak nyata terhadap aktivitas pembajakan software. Mereka yang punya IQ tinggi, cenderung enggan melakukan aktivitas pembajakan. Meski begitu, dalam paper berjudul “Intelligence and Crime: A novel evidence for software piracy” itu, MPRA enggan menyebut IQ rendah sebagai penyebab aktivitas pembajakan software.

Menurut laporan yang dikutip dari Slashgear, MPRA pun mengambil data dari 100 negara dunia. Selanjutnya, mereka pun membandingkan nilai IQ rata-rata setiap negara. Dan hasilnya, seperti yang telah disebutkan di atas, bahwa tingkat kecerdasan mempunyai keterkaitan yang sangat erat dengan aktivitas pembajakan software. Yang pasti, MPRA mengungkapkan kalau ada kenaikan IQ sebesar 10 persen bakal berdampak pada penurunan software sebesar 5,3 persen.

Meski mengambil kesimpulan seperti itu, ternyata tak semua negara mempunyai fenomena seperti itu lho. Contohnya saja adalah negara Cina yang tercatat mempunyai IQ rata-rata yang tinggi dan diiringi oleh tingkat pembajakan yang tinggi. Contoh lainnya adalah Afrika Selatan yang memiliki rata-rata IQ rendah dan diimbangi dengan tingkat pembajakan yang juga rendah.

(BHK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here