Pernah menggunakan toko digital alternatif dari Google Play Store? Pastinya kita mengenal sudah banyak beberapa toko digital selain buatan Google tersebut. Bahkan yang cukup menggiurkan adalah, ada toko digital pihak ketiga, yang menyediakan game dan aplikasi berbayar dengan gratis, alias bajakan.

Namun tahukah bahwa dibalik itu semua ada malware yang sedang menunggu untuk bersarang di perangkat Android Anda? Seperti yang kami lansir dari Tech Viral, dibalik toko digital pihak ketiga selain buatan Google ternyata ada oknum yang menanamkan malware berbahaya.

malwareandroid

Mungkin memang awalnya Anda tidak akan merasakan efek dari memasang aplikasi dari toko digital bukan milik Google tersebut, dan aplikasi atau game yang Anda unduh berjalan dengan lancar. Tapi di dalam aplikasi atau game tersebut kabarnya sudah ditunggangi malware yang bernama Tordow 2.0.

Salah satu perusahaan keamanan Comodo mengatakan bahwa, malware Tordow 2.0 ini merupakan trojan terbaru dengan kemampuan yang lebih mengerikan dari versi sebelumnya. Yang lebih berbahaya lagi, malware ini dapat membuat perangkat Android dalam keadaan ter-root. Sehingga malware ini dapat mengakses seluruh sistem.

steal-hack

Pihak Comodo menambahkan bahwa malware ini memiliki kemampuan untuk melakukan panggilan secara diam-diam, memonitor SMS yang masuk, mengunduh dan memasang aplikasi yang tidak dikehendaki, mengakses daftar kontak, mengunjungi situs tertentu, menghapus antivirus, melakukan restart pada perangkat, mencuri data dan password yang tersimpan, bahkan yang paling parah adalah mampu melakukan enkripsi file-file yang ada pada perangkat Android, serta menyamar sebagai ransomware.

Tentu ancaman tersebut sangat membahayakan bagi para pengguna yang sering menyimpan data pada perangkat smartphone, karena kita tahu sekarang smartphone adalah salah satu yang utama bagi sebagian masyarakat, terutama anak muda.

Malware Tordow 2.0 ini disebutkan sangat sulit untuk dilacak karena si pembuat melakukan penyamaran dengan berlagak seperti aplikasi dan game pada umumnya. Bahkan untuk menghapus dan menanamkan anti virus sendiri kabarnya akan sangat sulit, lantaran malware ini memiliki hak untuk memblokir pemasangan aplikasi tertentu. Opsi satu-satunya tak lain adalah dengan melakukan instal ulang atau flashing terhadap perangkat yang sudah terinfeksi.

Bagaimana, apakah masih ingin menggunakan toko digital selain Google Play Store yang tidak jelas asal usul aplikasinya?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here