Melalui Dell World, Toshiba menampilkan laptop terbarunya yang bekerja dengan NAND 64-layer untuk kali pertamanya, yang dikenal sebagai NVMe SSD XG5, yang dirancang untuk sistem arus utama ke performa tinggi.

toshiba xg5 00Toshiba XG5 ini menggunakan empat jalur PCI Express 3.0 untuk mencapai hingga 3000 MBps performa READ secara berurutan dan 2100 MBps performa WRITE secara berurutan dari 3-bit per cell (TLC) NAND 3D-nya. Dukungan 64-layer BiCS NAND yang baru diperkirakan untuk membajak beban kerja yang canggih dengan kecepatan tinggi, namun Toshiba tampaknya belum akan mengungkapkan kinerja acak untuk konfigurasi yang khas karena setiap OEM akan merancang batasan berdasarkan kebutuhan konsumsi termal dan listrik.

Perihal konsumsi dayanya sendiri, SSD Toshiba XG5 menggunakan kurang dari 4.6W dalam keadaan baca (Read) aktif, dan bahkan bisa turun menjadi 3W untuk proses penulisan (Write) aktifnya. Sedangkan konsumsi idle hanya berkisar 3mW.

Drive awalnya akan dipasarkan sebagai SSD OEM client dengan kapasitas mulai dari 256GB hingga 1TB. Seriterbaru ini akan menggunakan campuran 256Gbit BiCS dan 512Gbit BiCS, tergantung dari ukuran kapasitasnya. Para pembeli aftermarket akan menerima versi modifikasi di bawah lini produk OCZ RD. (Hal yang sama terjadi pada RD400 yang serupa dengan Toshiba XG3). Mengingat Toshiba harus menyelesaikan kualifikasi yang memakan waktu dari beberapa pelanggan OEM maka kemungkinan tidak akan ada lagi model bermerek ritel sampai akhir tahun ini. Dengan drive yang dipajang di Dell World, dapat diasumsikan kalau XG5 akan masuk dalam sistem back-to-school dari perusahaan tersebut akhir tahun ini.

Toshiba dan mitra manufaktur Western Digital berencana memanfaatkan BiCS untuk sejumlah perangkat pada tahun 2017. Teknologi NAND 3D akan melampaui NAND planar dalam output bit yang diproduksi dan dikirim pada paruh kedua tahun 2017. Salah seorang perwakilan Toshiba bahkan mengungkapkan kalau SSD XG5 terbaru akan memberikan yang serupa Daya tahan terhadap XG3 dengan teknologi 15 m planar MLC.

Sejauh ini masih belum diketahui seberapa baik BiCS jika dibandingkan dengan teknologi 64-layer 3D NAND besutan Samsung dan IMFT. Namun begitu, yang pasti peningkatan bit output akan mengurangi masalah pasokan dan berimbas pada penyesuaian harga SSD saat ini. Perlombaan NAND tampaknya akan memanas lagi dengan teknologi 3D tambahan terbaru yang sanggup mengatur ulang ketahanan clock dan memacu harga yang lebih rendah yang membantu adaptasi pengguna.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here