Kasus meninggalnya remaja atau anak-anak gara-gara bermain game nampaknya menjadi perhatian khusus, terlebih sebagai orang tua. Seperti yang pernah terjadi pada seorang pria di Thailand yang meninggal akibat bermain game selama 3 hari tanpa henti, kini terdapat korban lagi dari Rusia yang penyebabnya sama, yaitu bermain game.

Dilansir dari Viral 4 Real, Senin (7/9/2015), remaja asal Rusia ini masih berusia 17 tahun, dan diketahui bernama Rustam. Beberapa waktu lalu, Rustam mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kakinya patah. Selama masa pemulihan dari patah kakinya, Rustam menggunakan waktunya untuk bermain game yang sudah dikenal oleh semua gamer, yaitu Defense of The Ancients 2 (DoTA 2).

dota

Rustam bermain game DoTA 2 ini selama lebih 6 jam per hari, dan sudah menjadi rutinitasnya selama 22 hari untuk mengurangi rasa bosannya. Dia hanya beristirahat saat akan tidur, makan, atau ke kamar mandi.

Namun pada suatu malam, orang tua Rustam tidak mendengar suara klik dari mouse dan suara keyboard yang biasa didengar orang tuanya saat malam hari. Karena penasaran tidak seperti biasanya, ibunya memeriksa kamar Rustam, dan mendapati Rustam sedang tidak sadarkan diri. Akhirnya Rustam dibawa ke rumah sakit untuk diidentifikasi.

rustam

Sayangnya, nyawa Rustam tidak tertolong dan menjadi pukulan berat bagi kedua orang tua Rustam. Dari tim dokter, mengatakan bahwa penyebebab meninggalnya Rustam karena Deep Vein Thrombosis, yaitu penggumpalan darah pada kaki karena tidak bergerak dalam waktu yang lama.

Dengan semakin maraknya kasus meninggal akibat bermain game, perhatian orang terdekat, terutama orang tua sangatlah penting. Jangan sampai gara-gara kecanduan game justru memakan korban. Bermain game memang diperuntukan untuk membuang rasa bosan atau penat, namun jangan sampai terlalu adiktif juga, karena sesuatu yang berlebihan itu tidak baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here