Batasan sekecil apapun tentunya sangat membuat risih, bukan? Apalagi ini berkaitan dengan pembatasan yang mengharuskan pengguna Twitter mengetikkan balasan cuitannya (termasuk tag @username) untuk tidak melebihi 140 karakter.
Twitter-Update-News
Meski pembatasan itu di satu sisi dipandang sebagai hak prerogatif penyedia layanan Twitter, namun di sisi yang lain pembatasan itu justru terkesan sebagai sarana pengekangan atas kebebasan mengekspresikan diri penggunanya. Kebebasan mengekspresikan diri baik itu melalui ungkapan atau perbuatan adalah mutlak dilakukan dan perlu dijaga.

Sejalan dengan itu, pihak perusahaan penyedia layanan Twitter sendiri tampaknya telah menyadari kekeliruan atas aturan batasan yang dibuatnya ternyata sangatlah tidak relevan diterapkan pada era kebebasan seperti saat ini. Dan sebagai tindak lanjut dari apa yang telah dijanjikan pada musim gugur silam,  pihak Twitter pada akhirnya baru saja telah meniadakan aturan batasan tersebut  sehingga sekarang pengguna Twitter dijamin dapat lebih bebas mengekspresikan diri melalui komentar tweets-nya.

Selain tag @username tidak akan lagi dihitung dalam batasan 140 karakter tweet, mulai sekarang nama-nama orang yang di-reply akan muncul di atas teks tweetnya dan bukan dalam tweet itu sendiri sehingga pengguna memiliki lebih banyak ruang untuk percakapan. Dan jika pengguna ingin memeriksa siapa  saja yang ikut terlibat dalam percakapan, pengguna bisa cukup men-tap “replying to” dan melihat semua nama-namanya di sana. Tak hanya itu saja, ketika membaca percakapanpun, pengguna juga akan melihat apa yang dikatakan orang, dan bukan hanya tampilan banyak @username di awal tweet.

Pembaharuan ini sendiri didasarkan pada feedback dari pengguna, serta penelitian dan eksperimen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here