Ultrabook merupakan salah satu evolusi dari sebuah laptop yang menawarkan performa kencang dengan bentuk yang mudah dibawa ke mana-mana. Selain itu, ultrabook juga menjanjikan performa baterai yang jauh lebih lama dibandingkan dengan laptop biasa. Tak heran, jika ultrabook memang menyasar kalangan bisnis yang kerap bekerja secara mobile.

Namun, meskipun memiliki keuntungan yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan laptop, tak membuat ultrabook digandrungi para konsumen di pasaran. Bahkan, untuk pasaran Amerika Serikat, tingkat penjualan ultrabook berbanding jauh dengan tingkat penjualan laptop. Dari data yang dimiliki oleh lembaga penelitian pasara Barclays, tingkat penjualan ultrabook hanya 5 persen dibandingkan tingkat penjualan laptop.

Faktor yang mempengaruhi rendahnya tingkat penjualan ultrabook tersebut antara lain adalah kedatangan dari OS Windows 8. Selain itu, harga yang mahal menjadi permasalahan lain bagi para konsumen. Saat ini kebanyakan harga dari ultrabook memang berkisar di atas 10 juta rupiah.

Memang terdapat beberapa ultrabook yang dijual dengan harga berkisar Rp.6 jutaan. Namun, hanya sedikit orang yang mempertimbangkan untuk membeli sebuah perangkat mobile baru dengan harga di atas Rp.5 juta. Oleh karena itu, banyak orang lebih memilih untuk membeli sebuah laptop.

(Via Zdnet)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here